Menu Tutup

“Es Buah Itu Sederhana”

Siswa-Siswi sedang menjual es buah di Sekolah

Sebagai SMK Pusat Keunggulan, learning process SMK Stella Maris harus merepresentasikan realitas dan konteks dunia kerja, atau Sekolah menjadi miniatur dunia industri dan dunia usaha. Tuntutan tersebut niscaya karena nyawa dari SMK adalah DUDI itu sendiri.

Keharusan dalam memenuhi tuntutan DUDI yang kemudian diterjemahkan dalam kurikulum Sekolah tidak mengurangi kehendak bebas peserta didik. Karena itu peserta didik diberikan kesempatan untuk mengembangkan diri sesuai kodratnya, lewat kreasi dan inovasi yang tentunya relevan dengan dunia kerja masing-masing program.

Siswa-siswi program Usaha Perjalanan Wisata melakukan kreasi yang sinkron dengan pembelajaran. Mereka mempraktikkan ilmu yang didapat dalam ruangan kelas, dengan membuat dan berjualan es buah di lingkungan Sekolah.

Siswa-siswi yang berjualan es buah, Ferin, Putri, Febri, dan Karno

Sekilas, apa yang dilakukan oleh para peserta didik tersebut terkesan sepele. Namun, ada nilai-nilai edukatif dan pedagogis yang perlu diapresiasi. Salah seorang siswa kelas 12 program ULW, mengatakan “Ini bukan sekedar es buah Pak, ini merupakan bentuk kreasi kami dalam merealisasikan ilmu yang diberikan oleh guru. Kami bukan murni untuk berjualan tetapi kami mau melakukan usaha yang dirasa berguna untuk masa depan kami” pungkas Karno.

Mereka disuruh untuk membuat tugas prakarya dengan menghasilkan sesuatu yang bernilai. Mereka sepakat untuk membuat es buah yang kemudian dijual di Sekolah. Tentu, gaya atau cara jualan yang dipraktikkan juga berbeda. Mereka berkomunikasi secara persuasif dalam menarik minat pembeli. Cara atau gaya tersebut menurut Karno merupakan gaya khas yang dipelajari dalam program Usaha Perjalanan Wisata.

Selain itu es buah yang mereka buat, diramu dengan buah-buah yang segar. Komposisi buah, susu, air dan marjan diatur sedemikian rupa sehingga menghasilkan cita rasa yang nikmat. Hal itu diakui oleh beberapa Bapak dan Ibu guru yang membeli es buah tersebut.

Pak Yonas sedang menyantap es buah hasil kreativitas peserta didik.

Kompetensi dalam menganalisis realitas terungkap jelas dari aktus “es buah”. Karena melihat situasi di Labuan Bajo yang panas, maka es buah pasti menjadi pilihan bagi banyak orang. Salah seorang siswi yang berjualan berkata, “Es buah itu memang sederhana, siapa saja dapat membuatnya. Tetapi bagaimana kreasi kami ini dibuat sedemikian rupa sehingga memiliki nilai edukatif, dan kami bangga akan hal itu.”

Ada beberapa poin penting yang dimaknai dari kreativitas para murid tersebut. Pertama, Sekolah bukan semata suatu lembaga formal yang mendidik generasi muda, melainkan sebagai wadah yang berdaya guna dalam meningkatkan pengembangan potensi peserta didik sesuai Profil Pelajar Pancasila yang menekankan kreativitas.

Kedua, Sekolah tidak menjadi lingkungan yang asing bagi peserta didik, melainkan “rumah” yang membuat mereka merasa nyaman. Kenyamanan itu secara tersirat terungkap dalam kebebasan peserta didik dalam berkreasi dan menghasilkan karya-karya yang menurut mereka berguna dan menarik. Hal itu merupakan salah satu substansi dari Gerakan Sekolah Menyenangkan (GSM). Para peserta didik tidak didikte dan dipaksakan dalam menghasilkan sesuatu tetapi diberikan ruang dan difasilitasi dalam mengejawantahkan ide-ide mereka sendiri.

Ketiga, Sebagai satuan lembaga kejuruan, lingkungan sekolah yang formalistik dan prosedural dibuat sedemikian agar menjadi miniatur realitas. Kriteria utama lulusan SMK adalah kriteria dunia usaha dan dunia kerja. Karena itu realitas di dunia usaha dan dunia kerja diatur dan dipraktikkan di Sekolah. Para peserta didik diarahkan untuk belajar dan berkarya sesuai tuntutan realitas tersebut sehingga memiliki relevansi dengan realitas DUDI.

Kreativitas siswa-siswi SMK Stella Maris merupakan contoh bagi yang lain dan tentunya perlu mendapatkan apresiasi. Mereka perlu dibimbing untuk terus berkreasi dan mengembangkan potensi yang ada di dalam diri. Kemampuan seperti itu amat dibutuhkan oleh DUDI. Semoga dengan hal-hal sederhana seperti ini SMK Stella Maris semakin maju dan berkembang.

Admin

8 Comments

  1. Angel

    Ketika membaca informasi ini, tergerak sekali hati saya sebagai alumni di SMK Stella Maris Labuan Bajo. Ingin sekali ntuk kembali ke almamater ku tercinta. Mantap, salam sehat untuk mu Stella Maris ku. Ttap semangat 🔛🔥

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *