
SMK Stella Maris menggelar Festival Literasi dan Pentas Seni sebagai ajang untuk menampilkan kreativitas, bakat, dan potensi para siswanya. Kegiatan ini berlangsung meriah di halaman sekolah dengan menampilkan berbagai pertunjukan seni dan pameran karya literasi siswa. Beragam penampilan seperti tari tradisional, musik, drama, pembacaan puisi, hingga pameran karya tulis menghiasi panggung kegiatan. Para siswa menunjukkan kemampuan terbaik mereka, sementara para guru memberikan apresiasi atas semangat dan kreativitas yang ditampilkan.
Wakil Kepala SMK Stella Maris Labuan Bajo Vinsensius Patno dalam sambutannya menyampaikan bahwa kegiatan ini bukan sekadar hiburan, tetapi juga sarana pendidikan karakter dan pengembangan diri siswa. “Melalui festival ini, kami ingin menumbuhkan rasa percaya diri, kerja sama, dan kecintaan terhadap literasi dan seni,” ujarnya.
Dengan semangat kebersamaan, Festival Literasi dan Pentas Seni menjadi bukti bahwa SMK Stella Maris tidak hanya fokus pada pendidikan vokasi, tetapi juga pada pembentukan pribadi yang berbudaya, kreatif, dan berkarakter ungkap Vinsen.
Baca Buku Sampai Rusak Kebodohanmu
Kata-kata ini dikutip pada pojok baca SMKS Stella Maris Labuan Bajo dan dipajang saat festival literasi dan pentasi seni di SMKS Stella Maris Labuan Bajo. Di zaman ketika informasi berseliweran di layar, banyak orang merasa pintar tanpa benar-benar belajar. Padahal, pengetahuan sejati lahir dari proses membaca perlahan, tekun, dan berulang. Buku yang rusak karena sering dibaca adalah tanda bahwa pikiranmu sedang tumbuh.
Setiap halaman yang kamu buka adalah langkah kecil melawan kebodohan. Tak masalah jika sampulnya sobek, tulisannya kusam, atau halamannya terlipat. Yang penting otakmu tidak tetap kaku. Bacalah sampai rusak bukumu, sebab yang lebih berbahaya adalah kebodohan yang tetap utuh.
Membaca bukan sekadar hobi, melainkan perlawanan terhadap gelapnya ketidaktahuan. Jadi, genggamlah buku itu, baca sampai rusak, dan biarkan pengetahuan memperbaiki dirimu sedikit demi sedikit.

Itulah sepengal kalimat dalam festival literasi dan pentas seni tingkat Smk Stella Maris Labuan Bajo menyongsong hari sumpah pemuda dan bualan Bahasa. Dalam festival beberapa kegiatan anak-anak ditampilkan mulai menyanyi, puisi, diskusi intelektual dan dan menari. Tema yang diangkat dalam festival literasi dan pentas seni ini adalah Cakap Meracik Bahasa dan menghidupkan Seni, napas Pemuda Jiwa Indonesia.
Diskusi Intelektual: Mengasah Daya Kritis SMKS Stella Maris Labuan Bajo
Dalam rangka Festival Literasi dan Pentas Seni SMKS Stella Maris Labuan Bajo, para siswa menunjukkan bukan hanya kreativitas di bidang seni, tetapi juga ketajaman berpikir kritis melalui kegiatan diskusi intelektual.
Kegiatan ini menjadi wadah bagi peserta didik untuk mengasah kemampuan analisis, berargumentasi, dan menyampaikan gagasan secara logis dan terbuka. Tema yang diangkat beragam, mulai dari isu pendidikan, sosial, hingga tantangan generasi muda di era digital.
Ada lima siswa yang dipilih dalam diskusi intelektual ini. Mereka adalah para siswa yang dipilih dan sudah tampil dalam berbagai perlombaan. Ada yang mendapat juara dan ada yang tidak mendapat juara. Mereka dicerca dengan berbgai pertanyaan seputar perasaan, tantangan dan harapan mereka. Diskusi intelektual ini dipandu oleh Silvester Joni guru di SMKS Stella Maris Labuan Bajo.

Silvester Joni ketika dikonfirmasi seputar diskusi intelektual ini menyampaikan bahwa diskusi intelektual merupakan bagian penting dari pengembangan literasi berpikir tingkat tinggi. “Kami ingin menumbuhkan generasi yang tidak hanya pandai bicara, tapi juga berpikir, menalar, dan mencari solusi dengan bijak,” ujarnya.
Suasana diskusi berlangsung hangat dan penuh semangat. Para peserta saling bertukar pandangan secara santun, menunjukkan bahwa literasi bukan sekadar membaca dan menulis, tetapi juga kemampuan berpikir kritis dan reflektif terhadap realitas sosial.
Melalui kegiatan ini, SMKS Stella Maris Labuan Bajo membuktikan komitmennya untuk terus menumbuhkan budaya literasi dan nalar kritis, agar siswa siap menjadi pribadi yang cerdas, berkarakter, dan berdaya saing di masa depan.












