Selagi mengembara di planet bumi, guru, tentu saja ‘butuh makan’. Sejumput ide segar yang digelutinya dalam sebuah pelatihan atau pertemuan, tidak membatalkan hasratnya untuk mengisi ‘lambungnya’ dengan menu yang bergizi.
Ketika kebutuhan perut ‘tidak dilayani dengan baik’, aneka gagasan indah di kepalanya, bisa buyar semua. Hanya dengan ‘perut’ yang terisi dan bergizi, seorang guru bisa menunaikan tugas profesionalnya secara optimal.
Atas dasar itulah, dalam setiap hajatan yang diikuti para guru, ‘urusan perut’ ini, tak pernah diabaikan. Keberhasilan kegiatan itu, berawal dari perhatian serius terhadap ‘urusan daging’ itu.
Tugas negara, dengan demikian, adalah memastikan ‘perut guru tidak diserang gizi buruk’. Dengan perkataan lain, pemerintah mesti memperhatikan secara serius aspek kesejahteraan perut guru. Guru sejahtera, pendidikan kita, bakal lebih maju dan berkualitas. Semoga.












