SMKS Stella Maris Labuan Bajo melaksanakan Misa Jumat Pertama di Gereja St. Petrus Sernaru Jumat (07/11/2025) di Gereja St. Petrus Sernaru. Misa Jumat Pertama menjadi tradisi rohani yang penuh makna di SMKS Stella Maris Labuan Bajo. Setiap awal bulan, seluruh warga sekolah guru, karyawan, dan peserta didik berkumpul dalam suasana doa dan syukur untuk mempersembahkan Ekaristi Kudus. Melalui perayaan ini, komunitas Stella Maris diajak untuk memperbaharui iman, memohon berkat, dan meneguhkan semangat pelayanan dalam karya pendidikan.
Kegiatan ini bukan sekadar rutinitas, melainkan wujud nyata kebersamaan dalam iman yang menumbuhkan kasih dan persaudaraan di lingkungan sekolah. Dalam suasana hening dan khidmat, setiap pribadi diajak menyadari kehadiran Tuhan yang menuntun langkah mereka dalam belajar, bekerja, dan melayani sesama.

Misa Jumat pertama ini merupakan program sekolah SMKS Stella Maris Labuan Bajo sebagai bagian dari pembinaan iman dan pembentukan karakter peserta didik. Kegiatan rohani yang rutin diadakan setiap awal bulan ini diikuti oleh seluruh guru, staf, dan siswa-siswi. Dalam misa kali ini, para guru dan siswa-siswi diajak untuk semakin menumbuhkan semangat pelayanan dan kebersamaan di lingkungan sekolah.
Kepala sekolah SMKS Stella Maris Labuan Bajo Romo Ignasius Azevedo Viares, Pr dalam homilinya menjelaskan bahwa Yesus menceritakan tentang seorang bendahara yang dipecat karena tidak jujur, tetapi kemudian bertindak cerdik agar tetap diterima oleh orang-orang setelah kehilangan pekerjaannya (Lukas 16:1–13).
Bahwa Kejujuran adalah dasar pelayanan dan Pendidikan. Sebagai pendidik dan pelajar Katolik, kita diajak untuk menjadikan kejujuran sebagai dasar setiap tindakan dalam mengajar, belajar, maupun bekerja. Guru jujur dalam memberi nilai dan teladan, siswa jujur dalam mengerjakan tugas dan ujian. Kejujuran menunjukkan iman yang hidup, bukan hanya kata-kata. Kejujuran kecil dalam hal sederhana adalah latihan bagi tanggung jawab besar di masa depan.
Yesus tidak memuji kecurangan bendahara itu, tetapi kecerdikannya dalam mengambil langkah cepat dan bijak. Sebagai warga sekolah, kita pun diajak untuk cerdas, kreatif, dan tanggap terhadap situasi namun tanpa mengorbankan nilai moral. Gunakan kecerdikan untuk membangun, bukan menipu; untuk mencari solusi, bukan jalan pintas. Bendahara itu gagal karena tidak setia dalam hal kecil. Guru dan siswa diajak untuk setia pada tanggung jawab masing-masing. Guru setia dalam mendidik dengan kasih dan integritas dan siswa setia dalam belajar dan mengembangkan talenta. Sikap setia ini menjadi modal utama menuju berkat yang lebih besar. Bagi warga sekolah, ini mengingatkan bahwa tujuan pendidikan bukan sekadar mencari nilai atau jabatan, tetapi membentuk karakter yang berakar pada iman dan kasih ungkap romo Savri.

Oleh karena itu Bagi keluarga besar SMKS Stella Maris Labuan Bajo, Injil ini menjadi ajakan untuk hidup jujur, cerdas, dan setia. Menjadi bendahara yang baik atas talenta yang Tuhan percayakan entah itu kemampuan mengajar, belajar, melayani, atau bekerja sama.Siapa setia dalam perkara kecil, ia setia juga dalam perkara besar (Luk 16:10)
Program misa Jumat pertama ini menjadi program ruitn SMKS Stella Maris Labuan Bajo. Hal ini bertujuan sebagai sarana memperkuat iman, mempererat persaudaraan, dan menanamkan nilai kasih Kristiani di tengah komunitas sekolah. Misa Jumat Pertama memiliki tempat yang istimewa bagi keluarga besar SMKS Stella Maris Labuan Bajo. Melalui perayaan Ekaristi ini, setiap pribadi diajak untuk semakin dekat dengan Tuhan, belajar bersyukur atas setiap berkat, dan meneladani Kristus dalam sikap kasih dan pelayanan sehari-hari.
Kebersamaan dalam doa dan liturgi menjadi momen pembentukan karakter rohani yang mendalam. Siswa dilatih untuk terlibat aktif, baik sebagai petugas liturgi maupun umat yang berpartisipasi dengan penuh iman. Dengan demikian, Misa Jumat Pertama tidak hanya memperkuat relasi dengan Allah, tetapi juga menumbuhkan semangat kekeluargaan dan kepedulian antaranggota komunitas sekolah.
Misa Jumat Pertama menjadi saat istimewa bagi seluruh warga SMKS Stella Maris Labuan Bajo untuk menyadari makna iman yang hidup. Kehadiran Tuhan tidak hanya dirasakan di altar, tetapi juga dalam ruang kelas, bengkel praktik, dan setiap bentuk pelayanan di sekolah.
Melalui Ekaristi, setiap siswa dan guru diundang untuk menghadirkan kasih Kristus dalam tindakan nyata—dalam disiplin belajar, ketulusan hati, dan kepedulian terhadap sesama. Dengan demikian, semangat Misa Jumat Pertama tidak berhenti pada perayaan, tetapi terus mengalir dalam keseharian hidup sebagai tanda kasih yang nyata.

SMKS Stella Maris Labuan Bajo belajar bahwa iman yang sejati harus terwujud dalam tindakan nyata. Setiap pribadi diajak untuk menjadi saksi kasih, bukan hanya lewat kata-kata, tetapi melalui sikap rendah hati, kerja sama, dan kesetiaan dalam menjalankan tugas.
Dengan semangat ini, sekolah bukan hanya menjadi tempat menimba ilmu, tetapi juga ruang pembentukan karakter Kristiani yang berlandaskan kasih, persaudaraan, dan tanggung jawab terhadap sesama.
Melalui keterlibatan aktif dalam liturgi, siswa belajar tentang arti kedekatan dengan Tuhan sekaligus pentingnya keteladanan dalam kehidupan sehari-hari.
Ekaristi menjadi ruang pembelajaran iman yang membentuk kepekaan hati, menumbuhkan rasa syukur, dan meneguhkan nilai-nilai kejujuran serta tanggung jawab. Dengan demikian, pembinaan rohani di Stella Maris tidak hanya menguatkan sisi spiritual, tetapi juga menuntun siswa menjadi pribadi yang berkarakter dan siap melayani dengan kasih.

Membentuk pribadi yang beriman, berkarakter, dan siap melayani menjadi buah utama dari pelaksanaan Misa Jumat Pertama di SMKS Stella Maris Labuan Bajo. Melalui perayaan ini, seluruh warga sekolah diajak untuk menjadikan iman sebagai dasar setiap langkah, menjunjung nilai kasih, dan menyalurkan berkat Tuhan dalam karya nyata.
Semoga semangat “Bersatu dalam Iman, Bertumbuh dalam Kasih” terus hidup dalam setiap hati, sehingga Stella Maris Labuan Bajo tidak hanya dikenal sebagai sekolah vokasi yang unggul, tetapi juga sebagai komunitas yang mewujudkan kasih Kristus dalam pelayanan dan kehidupan sehari-hari.
Semoga semangat “Bersatu dalam Iman, Bertumbuh dalam Kasih” terus hidup dalam setiap langkah komunitas SMKS Stella Maris Labuan Bajo agar sekolah ini selalu menjadi tempat di mana iman tumbuh, kasih berkembang, dan harapan berbuah.












