Asa tim putra SMK Stella Maris untuk berlaga di partai puncak turnamen PGRI kandas setelah telan kekalahan secara dramatis dari tim Gugus Nggorang, dalam duel semifinal yang berlangsung di lapangan SMAK Loyola, Kamis (20/11/2025). Tampil dengan ‘kekuatan penuh’, anak-anak Stella sempat mencuri perhatian penonton melalui penampilan yang memukau pada game pertama. Skema dan alur serangan berjalan efektif. Kendati tim Gugus Nggorang melakukan perlawanan yang sengit, para punggawa Stella dengan sangat meyakinkan merebut game pembuka ini.
Namun, pada game kedua dan ketiga, anak-anak Nggorang justru mendominasi jalannya laga. Belajar dari game pertama, mereka coba melakukan perubahan dan meningkatkan intensitas tekanan ke jantung pertahanan Stella. Sementara itu, para pemain Stella tampil inkonsisten.
Merasa di atas angin, tim Nggorang sedikit mengendurkan frekuensi serangan. Keadaan itu dimanfaatkan dengan baik oleh para punggawa Stella. Tim besutan Yeri Maladin ini, tampil sangat trengginas untuk menyudahi perlawanan tim Gugus Nggorang di game keempat. Kedudukan menjadi 2-2 sehingga harus dilanjutkan dengan game kelima.
Pada game penentu ini, kedua tim tampil all out demi meraih hasil maksimal. Laga berjalan sangat ketat. Selisih perolehan poin tidak terlalu lebar. Tim Stella Maris sempat unggul 13-12. Para supporter fanatik terus memberikan spirit pada tim kebanggaan mereka.
Sayang, anak-anak Stella ‘lengah’ di poin-poin penentuan itu. Secara beruntun pasukan Gugus Nggorang merebut tiga poin terakhir sekaligus mengamankan tiket untuk berlaga di partai final.
Dengan pencapaian ini, Gugus Nggorang, layak ditahbiskan sebagai ‘tim langganan final’. Dalam beberapa edisi PGRI Cup, tim ini selalu tampil di partai puncak. Tahun 2024 ambisi mereka untuk memboyong trofi PGRI belum terwujud. Apakah asa itu bisa terealisasi dalam partai final tahun 2025 ini?
Sedangkan bagi tim Stella Maris, masuk ke fase semifinal ini, boleh dicatat sebagai ‘prestasi terbaik’ selama tim putra mengikuti turnamen PGRI. Tahun 2024, langkah tim ini terhenti di babak quarter final. Berharap tahun depan, pencapaian itu berubah lagi, dalam arti tim ini bisa berlaga di partai final. Apakah ini hanya mimpi di siang bolong? Entahlah. (Sil Joni).












