Sukses Lakukan “Revans” Atas Loyola, Tim Volley Putri SMK Stella Maris Boyong Trofi PGRI

Tim volley putri SMK Stella Maris berhasil memboyong trofi PGRI Ranting Kec. Komodo setelah melakukan ‘revans’ yang sempurna atas juara bertahan, tim SMAK Loyola dalam pertandingan final yang berlangsung di lapangan SMAK Seminari, Minggu (23/11/2025) dengan skor telak 3-1. Tampil dengan kekuatan penuh, pasukan Stella coba berinisiatif melakukan serangan secara agresif di game pertama. Tetapi, upaya anak-anak Stella itu direspons dengan sangat baik oleh sang rival. Perolehan poin pada game ini ‘cukup ketat’. Tim Loyola merebut game pembuka ini setelah melewati pertarungan yang menguras energi dan emosi.

Saat jedah, Pelatih Stella, Kaliks Mutu coba mengevaluasi penampilan anak asuhnya dan menginstruksikan beberapa variasi pola serangan pada game kedua. Hasilnya adalah serangan yang dibangun anak-anak Stella terlihat lebih variatif. Perubahan pola permainan ini, tentu saja sangat ‘menyulitkan’ pasukan Loyola dalam membaca alur serangan.

Ritme, tempo dan gaya bermain semacam itu, dipertahankan secara konsisten. Alhasil, tim Stella bisa merebut game kedua, ketiga dan keempat. Pada game penentu, anak-anak Loyola relatif kurang bergairah laga dalam memberikan perlawanan. Energi dan stamina yang terkuras membuat para pemain sering melakukan unforced error.

Situasi ini dimanfaatkan dengan baik oleh squad Stella. Mereka terus ‘membombardir’ pertahanan Loyola. Sang kapten, Yeyen berkali-kali melakukan sipike keras nan menukik ke jantung pertahanan Loyola. Poin demi poin diraih dengan mudah. Dengan kondisi semacam itu, tidak terlalu sulit bagi tim Stella untuk menyudahi perlawanan tim tuan rumah.

Dengan kemenangan ini, tim Stella berhasil ‘membalas kekalahan yang mereka alami pada turnamen PGRI tahun 2024 atas tim Loyola. Kala itu, para srikandi Stella harus mengakui keunggulan Loyola. Ibu Mia dkk sukses membantai anak-anak Stella di partai final dengan skor 3-1.

Dalam final kali ini, tim Stella terlihat ‘lebih siap’ untuk menjadi kampium. Mereka menjadi satu-satunya tim yang tidak pernah kalah dalam turnamen ini. Sejak babak pengisian, mereka tampil sangat solid dan menghibur. Kehadiran Yeyen sebagai kapten sekaligus ‘spiker’, tentu saja berpengaruh pada performa tim. Guru olah raga ini sukses memimpin rekan-rekannya untuk memperlihatkan skill permainan yang memukau dalam menaklukkan lawan-lawan mereka.

Kemenangan ini, sayangnya tidak diikuti oleh tim putra. Pada pertandingan perebutan posisi 3, tim putra Stella ‘takluk’ dari tim Wae Mata. Dengan demikian ambisi mereka untuk membalas kekalahan pada babak pengisian grup, tak terwujud. Alih-alih ingin menebus kekalahan, justru tim ini ‘dihajar balik’ oleh tim Wae Mata. (Sil Joni).

Facebook
Twitter
WhatsApp
Email
Print

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terbaru

Info Terbaru

Karya Tulis

Opini

Statistik Kunjungan

Name
Age
Phone
🟢 Online Users
0
📊 Today's Visitors
11
📊 Today's Visits
15
📊 Yesterday's Visitors
18
📊 Yesterday's Visits
40
📊 Total Visitors
30853
📊 Total Visits
61275