Oleh: Sil Joni*
Saya merasa tidak pantas mengutarakan beberapa gagasan sederhana ini untuk bapak yang adalah pemimpin politik tertinggi di Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT). Saya hanyalah seorang ‘guru kecil’ yang relatif tak tahu banyak tentang situasi politik di wilayah ini. Tetapi, terdorong oleh mimpi akan perubahan, maka perkenankan saya menyampaikan beberapa pikiran kepada bapak sebagai penentu kebijakan di level provinsi. Anggap saja ‘percikan pikiran’ ini merupakan ‘suara pinggiran’ yang hendak ‘mendarat’ di altar kekuasaan bapak.
Perspektif seorang ‘guru SMK’ menjadi nafas utama goresan ini. Pemberdayaan SMK dan anak muda yang sedang merenda masa depan di sekolah kejuruan, menjadi fokus utama. Itu berarti narasi ini sebetulnya ‘harapan’ yang menggema dari sukma terdalam para remaja SMK di NTT.
Saya sering mendengar soal ajakan politik dari mulut bapak, yaitu “Ayo Bangun NTT”. Ajakan itu, hemat saya sudah tepat. Bapak mengajak seluruh elemen di Provinsi ini untuk berkontribusi dalam membangun NTT. Kolaborasi menjadi unsur penting. Membangun NTT yang luas ini bukan hanya tanggung jawab bapak, tetapi seluruh masyarakat. Pertanyaannya adalah apa yang bapak lakukan agar seluruh komponen, khususnya kaum muda kita tergerak untuk ambil bagian dalam membangun daerah ini?
NTT ini kaya akan sumber daya alam dan budaya. Anehnya, daerah ini masih terbelakang. Sebagian warganya masih miskin. Berarti kekayaan yang berlimpah itu belum dikelola dan dimanfaatkan dengan baik. Sebagai anak NTT, saya merasa prihatin dengan kondisi semacam ini. Banyak anak muda yang peduli dengan kenyataan ini, tetapi masih bingung harus buat apa dan dimulai dari mana. Kami mau menyumbangkan kemampuan terbaik kami demi kemajuan daerah ini.
Untuk itu, ada beberapa poin yang mungkin baik untuk ditanggapi oleh bapak berdua. Pertama, agar seruan kolaborasi itu bisa terwujud, bapak berdua mesti melaksanakan program pemberdayaan untuk generasi muda. Sekolah vokasi seperti SMK harus didukung agar bisa menghasilkan angkatan kerja yang bermutu. Selain itu, bapak membuka banyak balai atau lembaga pendidikan dan pelatihan agar generasi muda NTT semakin cerdas dan terampil.
Kedua, pastikan bahwa anak muda yang terampil itu terserap dalam dunia usaha dan industri. Bapak mesti membuka banyak lapangan kerja di NTT. Jika masih ada yang belum bekerja, bersama Wakil Gubernur, bapak mesti bantu mereka melalui pemberian modal agar mereka bisa menciptakan pekerjaan sendiri.
Ketiga, dalam setiap prekrutan tenaga kerja, baik di bidang pemerintahan maupun sektor swasta, harus utamakan putra-putri NTT. Untuk itu, bapak mesti membuat aturan khusus agar setiap lembaga atau perusahaan, wajib mengoptimalkan jasa anak-anak NTT.
Keempat, bapak mesti berani membasmi korupsi di NTT. Boleh jadi, kemiskinan yang mendera warga NTT, salah satunya disebabkan oleh korupsi yang dilakukan oleh pejabat publik. Untuk itu, saya minta bapak untuk tidak korupsi dan bertindak tegas terhadap birokrat yang curi uang negara. Pastikan uang publik itu, sebagiannya untuk membiayai program pemberdayaan orang muda kita.
Selain pengembangan ilmu dan keterampilan, saya berpikir aspek pengembangan bakat orang muda, tidak boleh diabaikan. Saya usulkan agar bapak membangun banyak stadion atau gelanggang olah raga di semua Kabupaten. Gedung kesenian dan ruang ekspresi kreativitas yang mudah diakses oleh remaja, juga diperhatikan. Pastikan bahwa di semua Kabupaten memiliki ruang publik, tempat di mana orang muda bisa menyalurkan hobi secara teratur.
Lalu, jangan lupa bapak Gubernur, para remaja sekolah juga mau berpartisipasi dalam membangun NTT. Bapak berdua mesti ciptakan ruang agar para remaja juga terlibat. Saya usulkan agar bapak berdua menyusun program penanaman pohon atau reboisasi di wilayah yang sudah gundul di mana pelaku utama dalam kegiatan itu adalah para remaja.
Para remaja mesti dilibatkan dalam program pembersihan lingkungan dan tempat umum. Memungut sampah di pasar dan pantai, bisa dijadikan contoh. Pun, menurut saya, para remaja bisa terlibat dalam proyek pemilahan dan daur ulang sampah. Kegiatan semacam ini meski tampaknya sederhana, tetapi punya dampak untuk kemajuan daerah ini.
Dari sisi pengembangan seni budaya, saya usulkan untuk membuka program ‘Festival Budaya’ yang dilaksanakan setiap tahun. Festival ini mesti melibatkan perwakilan remaja dan orang muda di seluruh NTT. Dengan itu, pelbagai kekhasan seni tradisional, bisa ditampilkan. Kegiatan Festival itu dipadukan dengan bazar kuliner lokal. Makanan khas dari masing-masing daerah bisa dipasarkan sehingga kegiatan itu bisa menguntungkan secara ekonomi.
Sebetulnya ada banyak jenis kegiatan yang bisa difasilitasi oleh bapak agar para remaja atau orang muda NTT terlibat aktif dalam membangun Propinsi ini. Tetapi, semuanya itu bergantung pada kemauan baik dari bapak. Intinya, semua unsur di Propinsi ini, siap berkolaborasi membangun NTT. Jika misi kolaborasi terlaksana, saya optimis NTT tidak lagi dicap sebagai Provinsi miskin. Label miskin itu segera lenyap ketika bapak berhasil menggerakkan semua pihak untuk memberikan yang terbaik bagi kemajuan Provinsi ini.
Masih banyak hal yang hendak saya utarakan dalam unggahan ini. Tetapi, saya tidak mau bapak kehilangan fokus. Berharap ide yang tercurah dalam di media ini, bisa menggugah nurani bapak dalam melaksankan program politik yang berpihak pada kebaikan bersama dan melibatkan semua pihak. Teriring salam dan doa. NTT lekas maju.
*Penulis adalah staf pengajar di SMK Stella Maris.












