Menu Tutup

Perpustakaan SMK Stella Maris sebagai Spot Wisata Literasi

 

 

Perpustakaan SMK Stella Maris Labuan Bajo tidak hanya sebagai tempat menyimpan dan membaca buku, tetapi juga bisa ditata sebagai sebuah spot wisata literasi yang menarik bagi para pengunjung.

Hal itu ditegaskan oleh pustakawati SMK Stella Maris, Elisabet Nona Elita, A. Md disela-sela kesibukannya dalam menata tumpukan buku dalam ruang perpustakaan, Senin (31/7/2023).

“Jadi, begini pak, sebetulnya perpustakaan ini tidak hanya sebagai tempat menyimpan buku, tetapi juga bisa dikembangkan sebagai sebuah spot wisata untuk para pengunjung, terutama anggota komunitas SMK Stella Maris”, ungkap Elisabet Nona.

Menurut ibu Nona, sapaan akrab dari pustakawati cantik ini, minat para siswa dalam menggunakan perpustakaan sebagai pusat aktivitas literasi masih kurang.

“Jujur saja pak, berdasarkan data yang kami kumpulkan selama ini, minat siswa dalam memanfaatkan ruangan ini sebagai tempat untuk membaca, menulis, dan berdiskusi, masih sangat minim”, tutur ibu Nona.

Padahal, menurut ibu satu anak ini, koleksi buku teks di sini sangat banyak, ada ribuan. Selain itu, ada juga buku fiksi dan buku ilmiah yang bermutu.

“Ada ribuan buku teks pak. Selain itu, ada buku fiksi dan buku ilmiah yang tentu sangat menunjang kegiatan literasi para siswa”, ungkap wanita kelahiran 1997 ini.

Karena itu, dirinya dan beberapa teman yang lain coba memikirkan inovasi baru untuk mendongkrak budaya literasi para siswa. Salah satu yang dipikirkan adalah bagaimana agar ruangan ini ditata semenarik mungkin sehingga bisa menjelma menjadi spot wisata literasi bagi para siswa.

“Ini menjadi tantangan kita bersama pak. Bagaimana ke depannya, semakin banyak peserta didik yang memanfaatkan ruangan ini dan betah berada di sini dalam menekuni kegiatan literasi. Dengan kata lain, gedung ini menjadi tempat yang menarik untuk dikunjungi oleh para siswa”, beber ibu Nona dengan nada optimis.

Lebih lanjut, ibu Nona menegaskan bahwa selama ini baik siswa maupun guru yang datang ke perpustakaan hanya untuk pinjam buku teks pada saat pembelajaran berlangsung dan tempat mengerjakan tugas pribadi.

“Terus terang pak, selama ini, kebanyakan yang datang itu hanya untuk pinjam buku teks untuk kegiatan pembelajaran. Sementara untuk para guru, mereka hanya menggunakan ruang ini untuk mengerjakan tugas pribadi, bukan membaca, menulis dan berdiskusi”, ucap ibu Nona.

Ibu Nona sangat yakin bahwa literasi bisa menjadi sebuah budaya positif di SMK Stella Maris jika kita semua peduli untuk menata gedung perpustakaan ini menjadi spot wisata literasi yang indah dan elegan.

“Saya sangat yakin pak. Budaya literasi semakin meningkat jika kita semua punya kepedulian yang sama untuk menyulap gedung ini menjadi sebuah spot wisata literasi yang indah. Banyak peserta didik dan guru yang tertarik untuk menimba ilmu sambil menikmati pesona yang elok ketika berada di sini”, pungkas ibu Nona. Sil Joni.

 

 

Admin: Lorensius Ndare, S.Kom

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *