Tim volley putra SMK Stella Maris menjaga harapan bermain di fase knock out, setelah melumat tim SMAK Loyola dengan straight set, dalam duel yang berlangsung di lapangan Loyola, Selasa, (11/11/2025).
Bermain di kandang Loyola, tak membuat para punggawa Stella gentar. Sebaliknya, mereka tampil sangat trengginas, sejak wasit membunyikan pluit sebagai tanda dimulainya pertandingan. Anak-anak Stella melancarkan serangan demi serangan melalui para spiker top seperti Gebos, Jones, Petrik, Rofin, dan Yeri.
Sesekali para spiker Loyola melakukan spike keras, tetapi mudah dibaca oleh para middle blocker Stella. Alhasil, game pertama tim Stella menang mudah dengan skor 25-13.
Pada game kedua, pasukan tuan rumah coba bangkit. Tetapi, alur dan skema serangan yang mereka bangun, selain mudah diantisipasi, juga terlalu sering melakukan kesalahan yang tak perlu. Sementara itu, anak-anak Stella tidak mengendurkan tempo dan ritme permainan.
Poin demi poin diraih dengan sangat mudah. Boleh dibilang, duel ini relatif tidak berimbang. Pasukan Stella begitu superior. Hal itu terlihat dari skor akhir di game kedua yang sangat timpang, 25-15.
Dengan hasil ini, tim Stella masih punya peluang untuk melangkah ke babak gugur. Syaratnya, tim ini harus menang di pertandingan terakhir. Jika skenario ini terjadi, tim besutan Yeri Maladin itu, maju ke fase selanjutnya sebagai runner up. Berharap penampilan mereka tidak mengalami anti klimaks di partai penentu itu.
Kiprah tim Stella dalam PGRI Cup edisi 2024, terhenti di babak quarter final. Kali ini, mereka coba melangkah lebih jauh dari pencapaian tahun lalu itu. Sebuah ambisi yang menuntut perjuangan ekstra. Prestasi itu tidak jatuh begitu saja dari langit, tetapi buah dari latihan yang reguler dan persiapan mental yang matang. *SJ












