Sebanyak tiga ratusan siswa kelas X SMKS Stella Maris mengikuti workshop bertajuk lima nilai dan peminatan di Aula Youth Center, Paroki Katedral Roh Kudus Labuan Bajo (25/04/2025).
Workshop ini merupakan bagian dari rangkaian agenda kunjungan SMK Mitra Industri MM 2100.
Bapak Munir, pemateri dalam kegiatan tersebut menjelaskan, “Tujuan kegiatan hari ini mempersiapkan karakter kalian sejak dini, sehingga tidak mengalami kesulitan saat bekerja nanti,”
Kegiatan ini disambut dengan antusiasme oleh para guru dan pegawai. Melkior Nampung, salah satu guru Tata Boga mengungkapkan rasa syukurnya karena dapat belajar dari materi yang disampaikan itu.
“Meskipun kegiatan ini ditujukan untuk anak-anak, saya juga belajar bahwasanya melalui kegiatan seperti ini saya bisa memacu diri untuk menjadi lebih baik lagi,” ucap alumnus Unipa Surabaya itu.
Sementara itu, Eflin Aprilia, seorang murid kelas X jurusan Usaha Layanan Pariwisata itu merasa sangat bahagia, karena dengan mengikuti kegiatan tersebut ia mendapatkan banyak hal baru.
“Kemarin, saya menerima materi tentang disiplin, seperti: berpakaian, datang tepat waktu, dan grooming. Hari ini, kami belajar banyak tentang lima nilai yang sering kami lantunkan dalam yel-yel pagi di sekolah. Apalagi, pematerinya, sangat bersemangat dalam menjelaskan kepada kami,” ungkap gadis kelahiran Ndoso itu.
Menurut Eflin, serangkaian kegiatan yang diikuti oleh para siswa tentu berdampak posotif pada kesiapan mereka saat bekerja nanti.
“Saya pikir, penjelasan Pak Munir merupakan modal bagi saya dan teman-teman saat bekerja terutama Praktik Kerja Lapangan (PKL).” ungkap alumni SMPN 1 Komodo itu.
Eflin berharap dirinya dapat secara konsisten menerapkan ilmu yang diperolehnya itu.
“Saya bangga sekali, karena kami dapat menyebut contoh tindakan nyata yang harus kami lakukan dari lima nilai yang ada. Kami sangat antusias dalam menyebut contoh-contoh tersebut. Yang lebih seru lagi, kami juga mengikrarkan nilai-nilai itu.” tutur Eflin dengan penuh semangat.
Pengalaman berbeda dirasakan oleh Daniel Juan. Ia menuturkan kebanggaannya karena momen ini memberikannya kesempatan untuk berefleksi.
“Bagi saya pribadi, kesempatan ini tidak datang dua kali. Ini adalah momen untuk berefleksi diri. Saya tersentak ketika menyadari bahwa poin-poin yang diterangkan tidak sesuai dengan kehidupan saya. Namun, saya bertekad untuk menjadi pribadi yang lebih baik lagi.”
Di sisi lain, Ketua Osis SMKS Stella Maris merasa kecewa karena salah satu agenda tidak dijalankan.
“Saya pribadi cukup kecewa karena agenda peminatan tidak sempat diberikan. Mungkin karena kami terlalu bersemangat sehingga lupa dengan waktu. Akan tetapi, secara umum, saya senang karena kami dilatih untuk tampil. Saya juga bisa memotivasi teman-teman.” kata Juan.












