Menu Tutup

Banyak yang Bergabung ke SMK Stella Maris, Ternyata Ini Alasannya

Sebagai salah satu sekolah pusat keunggulan, SMK Stella Maris Labuan Bajo banyak diminati oleh siswa-siswi. Hal itu dubuktikan dengan jumlah siswa yang mendaftar tahun ini cukup banyak.

Untuk diketahui, total kelas X baru  untuk periode 2023/2024 sekitar 680. Jumlah ini terbagi ke dalam empat peminatan sesuai dengan program yang terdapat di SMK Stella Maris.

Adapun keempat program itu antara lain, Nautika Kapal Penangkapan Ikan (NKPI), Usaha Layanan Pariwisata (ULP), Teknik Kendaraan Ringan (TKR), dan Akomodasi Perhotelan (APH).

Romo Kornelis Hardin, Pr, dalam sambutannya kemarin (24/07) mengatakan kalau tahun ini siswanya memang mengalami peningkatan. Berbeda tahun lalu, tahun ini kenaikannya sangat signifikan. Ia berterima kasih kepada kinerja dari panitia PPDB dan MPLS yang sudah bahu-membahu dalam mengurus penerimaan siswa baru serta membekali mereka dengan informasi penting.

“Terima kasih untuk panitia penerimaan peserta didik baru (PPDB) dan panitia masa pengenalan lingkungan sekolah (MPLS). Kalian sudah bekerja dengan cara kalian masing-masing sehingga kegiatan hari ini merupakan puncak dari rangkaian acara kita. Terima kasih karena melalui kalian, beberapa narasumber mau datang membekali siswa kita.” Tutur beliau di depan para guru, pegawai dan peserta didik dalam sambutannya.

Kesan Siswa

Ketika diwawancarai, beberapa siswa menuturkan alasan mereka masuk ke SMK Stella Maris Labuan Bajo. Adapun alasan tersebut sangatlah beragam. Salah satunya seperti yang diungkapkan oleh Clarisa Jen Marus (15).

Kepada media, ia menuturkan kalau dirinya mengetahui SMK Stella Maris dari sepupunya yang sedang sekolah di tempat yang sama.

Clarisa bercerita, ketika beliau menginjak SMK Stella Maris untuk pertama kalinya, dia sunggguh merasakan hawa yang berbeda, kedisiplinan yang ketat merupakan satu hal yang mengesankan untuk beliau.

Dara cantik kelahiran 6 Juni 2008 itu kemudian memilih program usaha layanan pariwisata sebagai peminatan. Ia mengharapkan agar dengan bergabung di ULP, Bahasa Inggrisnya semakin diperdalam sehingga ia dapat berkomunikasi dengan orang asing.

Berbeda dengan Clarisa, Maria Priska Delti (16) atau Priska mengakui kalau dirinya sendiri yang menginginkan masuk ke sekolah ini. Priska yang kini bergabung di program perhotelan sangat mendambakan agar dia bersekolah di SMK ini. Akhirnya, impian itu tercapai ketika dia dinyatakan lolos pada awal tes masuk.

“Saya tahu SMK Stella Maris itu punya tata-tertib yang bagus. Saya senang ketika saya akhirnya diterima. Saya memilih perhotelan karena saya ingin menjadi pengusaha, punya hotel pribadi,” ucap alumni SMPN 6 Lembor itu.

Di samping bercita-cita sebagai pengusaha, wanita kelahiran 8 Juli 2007 ini menambahkan, kalau dirinya sudah memulai semua itu dengan giat belajar bahasa inggris. Hal itu terbukti dengan usahanya menghafal kosa-kata bahasa Inggris sebagai bekal ketika bekerja di hotel nanti.

Lain hal dengan kedua siswa di atas, Afrizal (17), salah seorang siswa asal Ende yang kini berdomisili di Pulau Mules itu menyampaikan kebanggannya ketika sudah bersekolah di SMK Katolik ini.

Sama seperti pengakuan kedua temannya, ia juga menjelaskan kalau masuk di SMK Stella Maris itu tidaklah mudah. Siswanya harus diseleksi secara akademik dan ketahanan fisik.

“Saya awalnya tidak tahu kalau SMK Stella Maris itu ternyata di Labuan Bajo. Saya tahunya dari kakak saya. Dia menyarankan saya untuk sekolah di sini. Eh, setelah masuk, ternyata betul, sekolahnya bagus,” ujar pria kelahiran Borong, Manggarai Timur itu.

Menurut Afrizal, ia bersyukur sekali karena dirinya diterima di program NKPI. Katanya, dengan begitu, ia dapat menambah pengetahuan di bidang ini. Kebetulan, sehari-hari ia bekerja  sebagai nelayan membantu ayahnya.

“Saya sangat bersyukur ketika diterima di sini. Saya sudah mendambakan ini sejak lama. Jujur saja, ternyata ketika saya berada di dalam, saya berjumpa dengan semua orang dari berbagai latar belakang budaya dan agama. Saya sendiri beragama islam, tapi di tempat ini saya diterima baik oleh sesama teman saya yang beragama katolik,” jelas  alumni MTSN Lembor Selatan itu. *Rio Berchmans

 

 

Admin:Lorensius Ndare, S.Kom

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *