Menu Tutup

LULUS 100%: SMK STELLA MARIS LABUAN BAJO SIAP MENJADI PUSAT KEUNGGULAN

SMK Stella Maris Labuan Bajo. Pada (03/6/2021), serentak di seluruh SMK Indonesia diputuskan berita lulus bagi kelas XII, angkatan tahun pelajaran 2020/2021. Penetapan kelulusan ini sesuai dengan peraturan Menteri Pendidikan, sebagai titik akhir berakhirnya proses pendidikan bagi peserta didik di Sekolah Kejuruan.

SMK Stella Maris Labuan Bajo sebagai lembaga Pendidikan mengindahkan waktu penetapan kelulusan ini dengan mengundang beberapa pihak, yaitu Ketua Yayasan SUKMABAR, Korwas Manggarai Barat, Ketua Komite, perwakilan orang tua/wali siswa, dan perwakilan dari peserta didik kelas XII. Dengan mengikuti protokol kesehatan, rapat terbatas penetapan kelulusan ini dilaksanakan dengan resmi.

Sebelum dibacakan surat Keputusan Kepala Sekolah tentang kelulusan kelas XII angkatan 2020/2021 diperdengarkan beberapa kata sambutan kepada peserta yang hadir.

Perwakilan Koordinator Pengawas (Korwas) Pembina pada kesempatan itu menyampaikan bahwa pendidikan SMK harus memperhatikan empat tahap yang perlu dijalankan oleh setiap SMK, yaitu perencanaan, proses, produk, pemasaran. Selain itu, SMK harus mendidik peserta didik siap kerja dan siap berwirausaha dengan output harus berkualitas dan berkompeten dengan lulusan lain. Bersamaan dengan itu, diminta pula agar melaksanakan pendidikan yang kontekstual dengan situasi lokal, yaitu wisata di Labuan Bajo.

Korwas juga menegaskan agar lokasi SMK Stella Maris Labuan Bajo yang berada di pusat kota, harus menjadi contoh bagi SMK lain, oleh karena itu SMK untuk meningkatkan kompetensi, bahasa asing, komputer, keterampilan hospitaliti, dll. Penegasan ini disampaikan sebagai tanggapan atas angka pengangguran yang tinggi di Indonesia yang disumbang oleh tamatan SMK.

Ketua Yayasan SUKMABAR, Rm. Richardus Manggu, Pr menyampaikan sambutannya terkait dengan peran yayasan sejauh ini yang berusaha memperhatikan kesejahteraan guru sebagai perangsang semangat mengajar di sekolah. Perhatian ini adalah usaha menemuka jalan keluar atas kendala sekolah.

“Masalah di sekolah bukan hanya pergumulan kepala sekolah atau guru-guru, tetapi pergumulan yayasan dan keperihatinan bersama,” katanya dalam sambutan.

Lebih lanjut, Rm. Richard sampaikan agar SMK Stella Maris Labuan Bajo jangan hanya meluluskan siswa dalam jumlah banyak, tetapi perlu menguatkan kualitas dan daya serap tamatannya. Yang paling utama ditekankan adalah pembentukan karakter siswa. Oleh karena itu, secara saksana praktisi pendidikan perlu mensiasati hal ini.

Rm. Kornelis Hardin, Pr., S.Fil, Kepala SMK Stella Maris Labuan Bajo membeberkan beberapa fakta tentang proses pembelajaran selama masa Covid 19. Ia mengakui ada kesulitan dalam proses KBM dan praktek bagi siswa kelas XII. Berkaitan dengan praktek, tahun ini siswa/i tidak maksimal, karena banyak lokasi praktek tutup dan meningkatkanya jumlah orang terpapar covid. Program yang paling dirugikan akibat Covid 19 ini adalah program NKPI dan UPW.

Meskipun di tengah badai sulit Covid 19, SMK Stella Maris Labuan Bajo mendapatkan anugerah khusus dari direktoran SMK, yaitu ditetapkan sebagai sekolah prioritas pusat keunggulan. Bersamaan dengan itu, berbagai bantuan pemerintah akan mengalir ke SMK Stella Maris.

Ciri khas dari SMK pusat keunggulan, yaitu kurikulum tidak terpaku pada kurikulum nasional, tetapi sesuai dengan spektrum yang dibutuhkan DUDI. Kurikulum ini lebih luwes, agar tercipta kesesuaian iklim pendidikan dengan dunia kerja.

Diakhir kata sambutannya, Rm. Kornelis membacakan surat keputusan No: 421/ SMK SM-Lab/680/06/2021 tentang penetapan kelulusan kelas XII tahun pelajaran 2020/2021. Peserta didik dinyatakan lulus, setelah melaksanakan beberapa hal: 1, Menyelesaikan sekolah setiap semester yang dibuktikan dengan nilai rapor setiap semester. 2. Memperoleh nilai sikap atau perilaku, minimal baik. 3. Telah mengikuti UKK.

Setelah mempertimbangkan persyaratan ini diputuskan bahwa, tahun 2021 SMK Stella Maris Labuan Bajo menamatkan peserta didik sebanyak 331 orang dengan presentasi 100%. Perinciannya adalah program Teknik Kendaraan Ringan Otomotif (TKRO) sebanyak 50 siswa, program Nautika Kapal Penangkap Ikan (NKPI) sebanyak 48 orang, program Usaha Perjalanan Wisata (UPW) sebanyak 112 orang, dan program Perhotelan sebanyak 121 orang.

2 Comments

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *