
Sumpah Pemuda bukan sekadar peristiwa sejarah, melainkan semangat yang terus hidup di setiap generasi muda Indonesia. Sembilan puluh tujuh tahun telah berlalu sejak para pemuda dari berbagai daerah bersatu dan mengikrarkan satu tanah air, satu bangsa, dan satu bahasa. Namun makna dari Sumpah Pemuda tetap relevan, bahkan semakin penting di tengah derasnya arus digitalisasi yang melanda dunia pendidikan saat ini.
Di SMK Stella Maris Labuan Bajo, semangat itu menemukan wujud barunya. Para siswa tidak lagi berjuang dengan bambu runcing, tetapi dengan pengetahuan, keterampilan, dan kreativitas di bidang teknologi. Dunia digital membuka peluang besar, namun juga membawa tantangan: banjir informasi, penyalahgunaan media sosial, dan ancaman lunturnya nilai-nilai kebangsaan. Di sinilah peran penting sekolah untuk menanamkan kembali semangat persatuan dan tanggung jawab moral kepada generasi muda.
Kepala sekolah SMKS Stella Maris Labuan Bajo Romo Ignasius Azevedo Viares, Pr yang diwakili Wakasek Kurikulum Benyamin Jemat dalam kata sambutannya menyampaikan bahwa pada hari ini, kita memperingati salah satu tonggak sejarah bangsa yang sangat penting Yaitu Sumpah Pemuda.
Hari ini merupakan ikrar suci yang menyatukan pemuda dari berbagai daerah untuk menjadi satu bangsa, satu tanah air, dan satu bahasa: Indonesia.
Sebagai lembaga pendidikan vokasi, SMK Stella Maris Labuan Bajo memiliki tanggung jawab besar untuk menanamkan semangat Sumpah Pemuda dalam jiwa setiap siswanya. Di tengah arus digitalisasi yang begitu cepat, nilai-nilai perjuangan, persatuan, dan cinta tanah air harus tetap menjadi dasar dalam setiap langkah kita.
“Kalian hidup di zaman yang penuh peluang sekaligus tantangan. Dunia digital membuka ruang untuk belajar, berinovasi, dan berkarya tanpa batas. Namun, di sisi lain, teknologi juga bisa membuat kita kehilangan arah jika tidak digunakan dengan bijak. Karena itu, saya mengajak seluruh siswa SMK Stella Maris untuk menjadi pemuda digital yang berkarakter, yang mampu menggunakan teknologi untuk membangun, bukan merusak; untuk menyatukan, bukan memecah; untuk menginspirasi, bukan menyesatkan”.
Semangat Sumpah Pemuda hendaknya menjadi energi baru bagi kita semua. Mari kita wujudkan tekad untuk terus bersatu, belajar dengan sungguh-sungguh, dan berkontribusi nyata bagi kemajuan sekolah, masyarakat, dan bangsa. Jadilah lulusan yang tidak hanya terampil secara teknis, tetapi juga unggul dalam iman, moral, dan tanggung jawab sosial.

Kepada seluruh guru dan tenaga kependidikan, saya mengucapkan terima kasih atas dedikasi dan pelayanan yang tiada henti. Mari kita terus mendampingi para siswa dengan hati yang tulus, membimbing mereka menjadi generasi yang siap menghadapi masa depan dengan keyakinan dan semangat nasionalisme yang kuat ungkap Beny.
Spirit Sumpah Pemuda menjadi energi baru bagi siswa Stella Maris untuk tetap berakar pada nilai luhur bangsa, sambil menatap masa depan dengan inovasi. Belajar di era digital tidak hanya berarti menguasai teknologi, tetapi juga menggunakannya secara bijak untuk kebaikan bersama. Siswa didorong untuk berkolaborasi, berkreasi, dan berkontribusi bagi lingkungan serta masyarakat, sesuai dengan semangat “Bersatu, Bangkit, dan Tumbuh”.
Di tengah persaingan global yang semakin ketat, SMK Stella Maris Labuan Bajo bertekad mencetak generasi muda yang tidak hanya terampil secara teknis, tetapi juga tangguh secara moral. Mereka adalah pemuda yang berpikir global namun tetap berjiwa nasionalis; pemuda yang mampu menggunakan gawai bukan untuk melupakan identitas, melainkan untuk memperkuat semangat persatuan.
Sumpah Pemuda adalah panggilan untuk terus berkarya. Dan di tangan para siswa Stella Maris, semangat itu bukan hanya kenangan sejarah, tetapi sumber energi untuk membangun masa depan Indonesia yang lebih cerdas, beriman, dan berdaya saing di era digital.
Harapan untuk SMK Stella Maris Labuan Bajo
Harapan besar tertuju pada seluruh warga SMK Stella Maris Labuan Bajo agar jiwa Sumpah Pemuda tidak hanya diucapkan dalam upacara, tetapi benar-benar menjadi sikap hidup setiap siswa. Semangat persatuan, kerja keras, dan tanggung jawab harus tumbuh dalam setiap tindakan di ruang kelas, di tempat praktik, maupun di dunia maya.
Siswa diharapkan menjadi pemuda yang rendah hati namun berani bermimpi besar, yang tidak hanya mengejar keberhasilan pribadi, tetapi juga peduli pada sesama dan lingkungan sekitar. Di tengah perubahan dunia yang cepat, semangat kebersamaan dan cinta tanah air harus menjadi kompas yang menuntun setiap langkah.
SMK Stella Maris diharapkan terus menjadi sekolah yang mendidik dengan hati, menumbuhkan generasi yang unggul secara keterampilan dan berkarakter dalam iman. Dengan demikian, nilai-nilai Sumpah Pemuda akan tetap hidup — bukan sekadar warisan sejarah, melainkan sumber inspirasi untuk membangun masa depan yang lebih baik, bagi Labuan Bajo, bagi Nusa Tenggara Timur, dan bagi Indonesia.
Menjadi Sekolah Vokasi yang Unggul dan Dipercaya Masyarakat
Agar SMK Stella Maris Labuan Bajo tetap menjadi sekolah yang unggul dan dipercaya oleh masyarakat Manggarai Barat, ada beberapa langkah strategis yang perlu terus diperkuat dan dijaga. Pertama Menjaga Reputasi Melalui Kualitas dan Integritas. Sekolah unggul bukan hanya dinilai dari fasilitas yang dimiliki, tetapi dari mutu lulusan dan nilai moral yang mereka bawa ke masyarakat. Stella Maris harus terus memastikan proses pembelajaran tidak hanya fokus pada keterampilan teknis, tetapi juga membentuk kejujuran, tanggung jawab, dan etos kerja yang tinggi. Lulusan yang bekerja dengan disiplin dan berintegritas adalah promosi terbaik bagi nama sekolah.
Kedua Memperkuat Hubungan dengan Dunia Usaha dan Dunia Industri (DUDI)
Sebagai sekolah vokasi, keberhasilan pembelajaran sangat bergantung pada kemitraan yang erat dengan dunia kerja. Program magang, pelatihan industri, dan sertifikasi kompetensi harus menjadi bagian utama dalam kurikulum. Semakin relevan pelatihan yang diberikan dengan kebutuhan industri di Labuan Bajo, semakin tinggi pula kepercayaan masyarakat terhadap sekolah.

Ketiga Inovasi dan Adaptasi terhadap Perkembangan Teknologi. Era digital menuntut sekolah untuk terus berinovasi. SMK Stella Maris perlu memperbarui kurikulum sesuai perkembangan teknologi — misalnya dengan pembelajaran berbasis digital, pengembangan konten multimedia, dan literasi digital untuk semua siswa. Inovasi ini bukan hanya soal alat, tetapi cara berpikir kreatif dan solutif dalam menghadapi tantangan baru.
Keempat kolaborasi dengan Komunitas dan Pemerintah Daerah. Sekolah yang dipercaya adalah sekolah yang hadir dan berkontribusi bagi masyarakatnya. Kegiatan sosial, pelatihan keterampilan bagi masyarakat sekitar, dan partisipasi dalam program pembangunan daerah akan memperkuat citra Stella Maris sebagai sekolah yang peduli dan relevan bagi kemajuan Manggarai Barat.
Kelima Kepemimpinan dan Spirit Pelayanan. Guru dan tenaga pendidik memiliki peran kunci. Kepemimpinan yang melayani, terbuka terhadap perubahan, dan memberi teladan akan menumbuhkan budaya sekolah yang positif. Ketika seluruh warga sekolah memiliki semangat pelayanan dan profesionalisme, keunggulan bukan lagi tujuan, tetapi hasil alami dari kerja bersama.
Dengan menjaga nilai-nilai ini, SMK Stella Maris Labuan Bajo akan terus menjadi lembaga pendidikan vokasi yang unggul, berkarakter, dan dicintai masyarakat. Tempat di mana semangat Sumpah Pemuda hidup, dan generasi muda dibentuk menjadi pribadi yang siap membangun Manggarai Barat dengan keahlian, integritas, dan kasih.












